10 September 2007

ROMANYA, KU…

Ku hanya seorang pria, yang hidup di dunia yang sumpek

Ku hanya ingin pergi jauh, rasakan dunia yang lain

Ku harap bisa ke Roma, mungkin sulit kurasakan itu

Ku tanya kapan dibuka jalan menuju Roma

‘Entahlah’ jawabnya

Hariku, silih berganti

Jalan yang ku lalui mungkin telah berubah

Malam ku, mungkin semakin panjang

Jelang fajar yang telah kunanti

Sendiri, ku menanti fajar

yang terang itu

Biarlah rentang waktu yang berdetak,

alirkan arus yang kian deras, ku ingin hanyut disana

Entahlah, teriakan Roma itu semakin keras.

Ku tersentak sejenak.


(25 September 2005)

Tidak ada komentar: